Kisah seorang anak kampung sampai merantau ke jakarta....
Saya termasuk anak yang nakalnya terlalu kecil....ha--ha--ha--,karna sejak dari umur 3 tahunpun sudah sangat nakal (kata Ortuku) dan memang demikian juga menurut saya, karna saya telah telah merokok sejak kelas 2 SD dan berhenti kelas 4 SD !!! gawat bukan!!!
Syukurlah saya sudah mulai berubah sejak mao naik kekelas 5 SD dan terus berjalan dengan baik, setelah tamat SD saya langsung ke Pontianak, ibu kota propinsi dari kampungku yg mungil...seperti yg sempat di utarakan, dari kampungku ke kota pontianak memerlukan waktu 10-12 jam dengan memakai kapal mesin.
Saya menumpang di Aie saya (kakak Papa), berhubung saya ini anak kampung maka saya dikawal oleh anak Aie saya untuk mendaftar di sekolah swasta SMP PGRI, mendaftar diswasta dikarenakan nilai saya termasuk tidak tinggi dan sudah terlambat untuk pendaftaran di Negeri. Tempat tinggal pertama saya adalah di kota Siantan (sekitar 1 jam dari Pontianak), dan sekolah saya di kota pontianak sehingga perjalanan dari rumah ke pontianak cukup jauh juga.
Hari pertama sekolah naik Perahu mesin untuk seberangi sungai kapuas dan pulangnya saya nyasar karna lupa harus ke dermaga yang mana, tapi dengan modal nekat saya bisa juga sampai kerumah.
Disekolah, saya tidak hobi olahraga dan kebetulan waktu SD pun tidak ada fasilitas olahraga selain Voli dan Sepakbola dan di SMP pun minim fasilitas olahraga, sehingga sampai hari inipun saya termasuk orang yg tidak bisa mahir dalam olahraga apapun :(. Hanya bisa berenang, Sepeda, main tenis meja dan itupun tidak mahir.
Bersambung.....
Saya termasuk anak yang nakalnya terlalu kecil....ha--ha--ha--,karna sejak dari umur 3 tahunpun sudah sangat nakal (kata Ortuku) dan memang demikian juga menurut saya, karna saya telah telah merokok sejak kelas 2 SD dan berhenti kelas 4 SD !!! gawat bukan!!!
Syukurlah saya sudah mulai berubah sejak mao naik kekelas 5 SD dan terus berjalan dengan baik, setelah tamat SD saya langsung ke Pontianak, ibu kota propinsi dari kampungku yg mungil...seperti yg sempat di utarakan, dari kampungku ke kota pontianak memerlukan waktu 10-12 jam dengan memakai kapal mesin.
Saya menumpang di Aie saya (kakak Papa), berhubung saya ini anak kampung maka saya dikawal oleh anak Aie saya untuk mendaftar di sekolah swasta SMP PGRI, mendaftar diswasta dikarenakan nilai saya termasuk tidak tinggi dan sudah terlambat untuk pendaftaran di Negeri. Tempat tinggal pertama saya adalah di kota Siantan (sekitar 1 jam dari Pontianak), dan sekolah saya di kota pontianak sehingga perjalanan dari rumah ke pontianak cukup jauh juga.
Hari pertama sekolah naik Perahu mesin untuk seberangi sungai kapuas dan pulangnya saya nyasar karna lupa harus ke dermaga yang mana, tapi dengan modal nekat saya bisa juga sampai kerumah.
Perahu Mesin yg setiap hari saya tumpangi untuk kesekolah
Berhubung saya tinggal dirumah Aie, maka setiap hari saya membantu mengepel dan membeli sayuran/kepasar serta membantu apapun yang diminta kerjakan. Selebihnya saya sangat rajin belajar,setiap ada waktu saya selalu pergunakan untuk belajar. Saya termasuk orang yang berbeda dengan siswa lain pada umumnya termasuk anak Aie saya yang telah sekolah SMU,bedanya adalah saat akan ulangan saya mala tidak belajar karna sudah saya cicil setiap hari, tapi kakak sepupu saya yang belajar setengah mati saat mau ulangan (sampai-sampai sering ngomel-ngomel jika ada suara ribut seperti nonton Tv/buka tape, dengan alasan tidak konsentrasi), Dia memakai sistem SKS (Sistem Kebut Semalam).
Saya disekolah termasuk cukup culun alias anak yang tidak banyak tingkah dan sangat disayangi oleh guru-guru saya karna selain pendiam juga berprestasi, saya selalu juara 1 dan boleh dibilang tidak terkalahkan untuk semua materi pelajaran (tapi saya bukan jenius, sebenernya kepintaran saya hanya karna belajar terus menerus...bukan karna jenius!!!).
Setelah menjelang naik kelas II SMP kami pindah ke Kota baru,pinggiran kota pontianak (+- 1/2jam ke Pontianak). Dikota baru inilah saya mulai mengenal seorang gadis tetangga kami yang telah lama tinggal disana, disinilah saya mulai mengenal yang namanya menyukai lawan jenis dan sering menulis surat buat gadis tersebut. Singkat cerita kami sempat pacaran model anak-anak dengan alasan si Gadis mao belajar bersama saya (mungkin akan saya bahas dimateri lain...ha..ha..ha...).
Mulai kelas II SMP saya telah naik sepeda dan mulai mengenal Yesus dari temen sekelas saya yg bernama Thomas (orang Dayak), memang kelas I saya telah ikuti kelas Agama Katolik karna selain Kelas Agama Islam yg ada hanya Agama Kristen (gabungan beberapa agama selain Islam).
Yang cukup lucu adalah saya pernah beranikan diri kegereja sendiri, yaitu gereja Katedral Pontianak dan karna belum tahu apa-apa, orang pada antri ke depan saya pun ikut antri...:), eh...rupanya sedang trima komuni!!! berhubung dipelajaran agama ada disebutkan bahwa orang yang belum dibaptis tidak boleh trima komuni maka saya hanya maju kedepan dan langsung berlalu....malu sih...tapi telah terjadi....
Disekolah, saya tidak hobi olahraga dan kebetulan waktu SD pun tidak ada fasilitas olahraga selain Voli dan Sepakbola dan di SMP pun minim fasilitas olahraga, sehingga sampai hari inipun saya termasuk orang yg tidak bisa mahir dalam olahraga apapun :(. Hanya bisa berenang, Sepeda, main tenis meja dan itupun tidak mahir.
Bersambung.....

This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete